Salogy: Data Security
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Data Security. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Data Security. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2018

5 Factor Penting Menjaga Data dari Cyber Crime

Data, Keamanan,
Lima faktor penting menjaga keamana data yaitu confidentiality, authenticity, integrity , availability , nonrepudiation. Mari kita berkenalan dengan beberapa terminologi dasar dari keamanan data.

Confidentiality data hanya dapat diakses oleh user. Kerahasiaan data adalah salah satu lapisan pertama keamanan data. Misalnya, hanya pemegang akun bisa melihat atau mengetahui tentang datanya.

Authenticity mengacu pada kebenaran data tersebut, pastikan bahwa data tersebut belum dirusak/dirubah. Misalnya, email yang mengklaim berisi laporan rekening bank sebagai lampiran, hanya dapat berasal dari bank kamu. Pernyataan bank yang berasal dari sumber lain, meskipun mengklaim sebagai bank kamu, tidak dapat dianggap asli.

Integrity memastikan bahwa informasi itu akurat, lengkap, andal serta dalam bentuk asli. Data tidak lengkap atau rusak bisa lebih berbahaya. Bayangkan jika sebuah organisasi mentransfer gaji karyawan ke salah akun karena database korup/eror dalam menyimpan semua nomor rekening karyawan.

Availability memastikan bahwa setelah pengguna mengambil data di komputer, itu harus membuat data tersedia lagi bagi pengguna lainya ketika mereka meminta. Ketersediaan data kepada user yang berwenang, di setiap waktu adalah salah satu tujuan paling penting dari sebuah komputer.

Nonrepudiation adalah proses menjamin akurasi pengirim dengan penerima pesan. Ini juga memastikan bahwa pengirim pesan tidak menyangkal telah mengirim pesan serta penerima tidak menyangkal telah menerimanya.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Bagaimana Cara Menlindungi Data dari Berbagai Ancaman?

Keamanan, Data, Informasi,
Karena keamanan data telah menjadi begitu penting pada saat ini, ancaman terhadapnya juga telah meningkat secara signifikan. Kehilangan data menyebabkan masalah besar dalam mengatasi masalah keuangan. Ada beberapa ancaman terhadap data. Salah satunya berasal dari manusia itu sendiri.

Ancaman Data Terhadap Bencana Alam

Bencana alam dapat merusak atau menghancurkan data secara fisik. Gempa bumi dapat meruntuhkan bangunan dan menghancurkan komputernya berisi data penting. Demikian pula kebakaran menghanguskan data dalam hitungan menit. Tidak hanya data komersial atau finansial tetapi kartu memori dengan gambar keluarga atau peristiwa penting dalam hidup juga merupakan data penting.

Hal-hal seperti sambaran petir, banjir, tornado, dan angin topan bisa menghancurkan banyak data dan seperti apa pun antisipasinya tidak ada penghalangnya. Meskipun bencana alam tidak dapat diprediksi atau dihindari, tetapi kita masih bisa melakukan persiapan. Metode umum untuk menghindari hilangnya data karena adalah menyimpan cadangan data pada lokasi terpencil. Karena kita menghasilkan sejumlah besar data setiap hari, lebih baik backup data terpenting. Penting juga mengatur jadwal harian membackup. Ini akan meminimalkan hilangnya data jika bencana alam harus terjadi.

Ancaman Data Terhadap Diri Sendiri

Ancaman terhadap keamanan data tidak hanya terjadi oleh bencana alam atau kriminal yang ingin mengeksploitasinya, tetapi juga dari pemilik datanya. Sering dikatakan bahwa ancaman terbesar terhadap data adalah pemilik datanya, meskipun kita tidak secara sadar merusak datanya. Jika tidak sadar tentang pentingnya keamanan data, maka hal itu hampir sama dengan menyerahkan data kamu ke pencuri.

Banyak orang meninggalkan komputer atau laptop mereka di depan umum dengan tidak terkunci serta tanpa pengawasan. Ini jelas merupakan undangan terbuka bagi para hacker untuk mencurinya bersama dengan semua informasi. Jika mencuri perangkat secara fisik namun perangakatnya terkunci maka hal tersebut akan menyulitkan hacker untuk mengorek informasi didalamnya, tetapi jika komputernya tidak dikunci maka merupakan tambang emas bagi para cyber crime untuk mengambil informasi berharga. 


Cara lain memfasilitasi pencurian data adalah mengungkapkannya kepada teman di depan umum, dimana semua orang disekitarnya dapat mendengar. Hacker selalu mencari informasi, contohnya ketika kamu membuang kartu kredit/ tanda terima ATM ke tempat umum adalah cara lain memfasilitasi pencurian informasi.

Salah satu metode paling umum digunakan penjahat mengekstrak informasi adalah berkenalaan dengan orang asing di kafe. Mereka mengajukan pertanyaan kepada korban, tujuannya mengetahui informasi pribadi. Pertanyaan sederhana seperti “apa bintang kamu” sebenarnya ditujukan agar mengetahui tanggal lahir kamu. 

Pertanyaan seperti "Saya berasal dari negara yang berbeda, dapatkah saya melihat bagaimana SIM negara indonesia, bentuknya seperti apa" lagi-lagi merupakan cara mengorek informasi. Banyak pencurian dapat kita dihindari hanya dengan menyadari sedini mungkin dan bisa juga menggunakan akal sehat.

Ancaman Data Terhadap Orang Lain

Ada banyak hacker dalam dunia cyber crime, ia selalu mencari tantangan. Mereka terus-menerus datang lewat cara baru dan inovatif, sehingga perlu bagi kita semua untuk tetap mengikutinya. Karena internet telah berkembang pesat, masyarakat tidak memiliki cukup waktu terbiasa dengan fakta bahwa informasi pribadi mereka bisa menjadi sangat bernilai. 

Orang-orang masih menyebarkan atau memperlihatkan informasi pribadi mereka kepada orang asing tanpa menyadari bahwa hal itu sama saja menyerahkan kunci ke tersebut agar masuk ke loker kamu. Banyak ahli percaya bahwa hanya dengan bertanya masih dapat dilakukan mengorek informasi pribadi. Email atau panggilan telepon dari orang asing, meniru identitas lembaga yang sah adalah metode paling umum. 
Cyber Crime sering menempatkan link jahat, terlihat seperti iklan tidak mencurigakan dalam internet. Ketika pengguna tidak curiga mengklik iklan ini, ketika diklik maka akan menginstal program ke komputer, memungkinkan penyerang masuk dengan mudah. Menginfeksi komputer dengan virus, dikirim sebagai lampiran dalam email adalah cara populer lain untuk masuk ke komputer.

Terlepas dari ini, ada lebih banyak teknik kuno yang digunakan mencuri informasi, ternyata secara mengejutkan masih efektif. Hal-hal sederhana seperti mengintip dari belakang, ketika kamu sedang memasukkan PIN ATM atau ketika ketika seseorang memasukkan username and password untuk online banking. Ini hanyalah beberapa dari sekian banyak teknik pencurian data. Pengguna harus menjaga diri mereka dan selalu update tentang teknik terbaru dalam pencurian dan segera mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.

Image : Bitnesia.com

Apa yang Dimaksud dengan Keamanan Data?

Dalam dunia teknologi, keamanan data adalah proses melindungi informasi dan infrastruktur, dengan menghindari akses orang asing ataupun penyalahgunaan informasi. Keamanan data bertujuan melindungi komputer, ponsel, jaringan, informasi. Selain bentuk fisik, keamanan data mengacu pada keamanan jaringan seperti internet. Dengan jutaan orang menggunakan Internet serta berbagai macam perangkat saling terhubung satu sama lainnya melalui berbagai layanan seperti iCloud, WhatsApp dll.

Internet telah menjadi momok bagi sejumlah masalah keamanan. Keamanan komputer adalah masalah serius bagi semua orang pengakses internet. Keamanan informasi / keamanan komputer adalah tanggung jawab bagi semuanya. Bahkan jika pengguna tidak memiliki informasi berharga di komputer mereka, tetap penting menerapkan langkah-langkah keamanan seperti mengaktifkan firewall, antivirus.

Baca Juga : Pentingnya Keamanan Data di Era Sosial Media

Selain mencuri informasi, hacker berusaha membajak komputer. Komputer telah dibajak kemudian dipasang software jahat pada sistem mereka, lalu digunakan dari jarak jauh oleh hacker kemudian menyerang komputer lain.

Dalam beberapa kasus, hacker dapat mencuri informasi kartu kredit korban. Dengan tidak adanya keamanan di komputer, maka korban secara tidak sadar memberikan akses bagi hacker masuk ke sistem. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pengguna sudah familiar dan up to date berbagai jenis ancaman keamanan komputer, sehingga dapat segera menanganinya secara benar.

Mengapa Kita Perlu Keamanan Data?

Program berbahaya seperti virus, worm, spyware sering menginfeksi komputer. Program ini tidak hanya mengurangi kinerja sistem tetapi menimbulkan ancaman keamanan karena dapat menyebabkan kerusakan parah pada komputer. Komputer di rumah adalah target paling mudah para cyber crime karena lebih mudah ditembus dari pada perusahaan/lembaga mana pun. 

Seperti dibahas sebelumnya, selain informasi, cyber crime juga mencari sumber daya komputer dengan prosesor cepat. Semakin baik kinerja komputer, semakin mudah menggunakannya. Dalam kasus seperti itu, komputer terinfeksi virus disebut komputer zombie oleh cyber crime. Semakin sulit melacak dan menangkap cyber crime jika setiap zombie terus bertambah ke dalam penyerangan. 


Oleh karena itu, bahkan jika pengguna komputer tidak memiliki informasi sensitif pada komputer mereka, ia harus memperhatikan keamanan komputer dengan sangat serius. Keamanan fisik itu menjadi perhatian utama. Karena statistik yang dibahas sebelumnya mengungkapkan bahwa kehilangan / pencurian media seperti laptop dan smartphone adalah tertinggi di antara semuanya. Karena pelanggaran keamanan fisik adalah tertinggi, maka harus berhati-hati dalam mengamankan gadget.


Image : blog.eikontechnology

Kamis, 18 Oktober 2018

Pentingnya Keamanan Data di Era Sosial Media

keamanan, data, sosial media, internet, informasi
Dalam istilah awamnya data adalah fakta tidak terorganisir, dapat diolah menjadi informasi bermanfaat. Bisa dalam bentuk teks, angka, simbol, gambar dll. Apa pun mengenai nama, alamat, tinggi badan adalah sebuah data.

Seberapa Sering kita Menghasilkan Data?

sesorang menghasilkan data secara konstan mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. Nomor telepon tersimpan, gambar, lokasi seseorang, pesan teks, voicemail bahkan transaksi kartu kredit semuanya adalah data. Data dapat dihasilkan bahkan tanpa kita sadari. Hal-hal seperti riwayat panggilan terakhir, waktu login terakhir di laptop, sisa baterai di perangkat adalah data. Data semacam itu mungkin tidak berguna, tetapi dapat bermanfaat bagi seseorang berniat jahat terhadap kamu.

Data vs Informasi

Meskipun istilah data, infotmation sering digunakan secara bergantian, ada perbedaan antara keduanya. Informasi tidak lebih dari proses data, tujuanya menyampaikan makna tertentu. Perbedaan antara data dan informasi bersifat subjektif. Data satu individu bisa menjadi informasi bagi lainnya oleh karena itu, istilah-istilah tersebut sering tertukar. Perbedaannya sangat mirip dengan musik dan suara.

Misalnya rute taksi dalam mencapai tujuannya, dapat berupa data bagi kamu, tetapi ini adalah informasi bagi seseorang mungkin ayah atau ibu, dalam melacak taksi serta melihat apakah kamu sedang dibawa ke rute benar.

Pentingnya Keamanan Data Pribadi pada Zaman Sosial Media

Detail kecil tentang seseorang tidak pernah menjadi penting dalam sejarah umat manusia. Segala sesuatu menyangkut alamat, nama hewan peliharaan, nama ibu kandung ternyata pada masa ini memiliki potensi penyerangan terhadap keuangan. Selain penyerangan secara finansial, data pribadi juga dapat digunakan meneror. Foto atau video intim tentang kalian diponsel atau komputer dapat digunakan mengancam, memalukan kalian didepan umum.

Sering kali terjadi kasus foto pribadi selebriti telah dicuri lalu disebar luaskan ke public. Di era sosial media, orang-orang memposting segala macam data pribadinya ke internet, akbitnya jangan heran bahwa semakin mudahnya para penjahat menemukan mangsa mereka. Ada banyak cara melindungi keamanan data, tetapi paling efektif dari semuanya adalah menjaga informasi kalian sendiri dengan tidak memposting disosial media..


Image : iStock/mindscanner

Senin, 03 September 2018

Bagaimana Cara Menentukan Berita Hoax dan Berita Asli?

Bagaimana Cara Menentukan Berita Hoax dan Berita Asli?
Pada saat ini ketika kita memasuki era sosial media banyak beredar berita hoax seperti timeline di media sosial maupun di berbagai sosial media lainya bahkan sebuah artikel yang di share oleh teman-teman saya. Lalu  bagaimana caranya untuk mementukan mana berita hoax dan mana yang berita asli?

Kejengahan yang kita rasakan juga dirasakan oleh masyarakat dunia. Kalau kita perhatikan, isi timeline di media sosial belakangan ini memang semakin sering dipenuhi oleh artikel hoax, artikel yang bernada provokasi dan menyudutkan seseorang/golongan tertentu.

Untuk membasmi konten-konten bernada negatif yang beredar di internet tentu tidak mudah. Pepatah mengatakan "mati satu tumbuh seribu", meski pemerintah berupaya memblokir situs-situs yang dianggap negatif atau provokatif setiap harinya ada banyak situs sejenis yang lahir. Memblokir bukanlah solusi yang efektif.

Perlu diketahui bahwa meskipun separuh jumlah penduduk indonesia sudah menggunakan internet, namun tingkat literasi media sosial di indonesia masih sangat rendah. Artinya, masih banyak warganet indonesia yang belum mampu untuk  memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi atau pesen-pesan yang beredar di media sosial.

Kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana cara menentukan mana berita hoax dan mana berita asli?
  1. Cek URL situsnya, sebuah instansi resmi tidak akan menggunakan layanan abal-abal. Nama situsnya juga harus diperhatikan, tidak sedikit berita hoax yang beredar menggunakan situs yang namanya mirip dengan nama media yang kredibel karena itu jangan mudah tekecoh.
  1. Jangan malas melakkukan cross check tentang kebenaran dari sebuah informasi yang beredar di sosial media. Kalau perlu lakukan riset kecil-kecilan ke berbagai situs lain yang kredibel. Berita-berita hoax yang beredar di internet biasanya cenderung bernada provokatif atau kontroversial tujuanya memang untuk menggiring pandangan  bahkan memancing emosi pembacanya. Jika anda bijak, anda tentu tidak akan mudah terpancing isi berita tersebut.
  1.  Kalau masih belum yakin tentang kebenaran dari sebuah artikel, cobalah gunakan logika atau akal sehat tanyakan pada diri sendiri apakan informasi tersebut bermanfaat jika disebar atau justru dapat merugikan orang, golongan tertentu dan bahkan mungkin memecah persatuan.
Perlu diketahui, saati ini ada banyak sekali berita yang sengaja dibuat agar menjadi viral di internet atau sosial media, tujuanya semata-mata hanya karena uang. Pelaku sengaja membuat berita hoax dengan judul yang bombastis agar situsnya dikunjungi banyak orang dan ia mendapatkan uang dari iklan yang dipasang disitusnya.

Selain itu para warganet sebenarnya juga bisa membantu 'meredam' peredaran informasi-informasi negatif di intenet dengan cara memposting artikel atau informasi yang bermanfaat misalnya informasi tutorial, tips-tips, info kuliner atau info seputar dunia teknologi dll.

Bayangkan kalau semua pengguna internet di indonesia memposting informasi positif di media sosial, katakanlah satu orang memposting satu saja, maka konten-konten negatif yang ada tadinya mendominasi internet atau media sosial dengan sendirinya akan 'tetutupi' oleh informasi yang bermanfaat.


Image Credit : google.com

Internet Security

[Internet Security][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Happy Reading!
Done